Kolaborasi antara Struktur dan Arsitektur

10 Maret 2009

The Phaeno Science Center di Wolfsburg, Jerman.

Apaan sih???

Ini adalah sebuah gedung pameran di Jerman yang dijadikan tempat wisata juga. Bagi kamu yang mungkin akan berwisata ke Wolfsburg pasti akan melihat list nama bangunan ini di jadwal wisata kamu.

Oh, No. Gw harus ke Jerman dulu?

Ya, nggak gitu juga. Aku bukan mau promosi paket wisata ke Wolfburg disini. Cuma mau ngajak kamu sedikit wisata ke Wolfburg secara offline. Oke, tugasku sekarang menjadi guide untuk kalian. Silahkan menikmati suasana The Phaeno Science Center.




Phaeno Science Center merupakan bangunan karya arsitektur terkenal, Zaha Hadid, yang di desain dengan menggunakan konsep struktur bangunan yang indah. Penggabungan antara konsep dari seni dan struktur yang sering diperdebatkan nggak bisa akur ini. Ternyata bisa juga kok bekerjasama. Kedua konsep yang bertolak belakang, dibungkus ke dalam sajian yang cantik pada Phaeno Science Center.

Wooooowwww... How to do it?

Cuma sedikit kerja sama dengan sebuah software company di Jerman kok. Yah, bangunan ini bekerjasama dengan germany software company SOFiSTiK. Perusahaan ini menciptakan sebuah software yang memudahkan dalam penggabungan kedua konsep tersebut.

Semudah itu??

Mudah? Ya... mudah kalo kamu punya seorang ahli enginer, seorang ahli komputer, dan seorang arsitek ahli. Nggak gampang juga mengoperasikan software ini. Makanya, bagi kamu yang jadi mahasiswa arsitek Indonesia. Dipendam dulu yah mimpi menggunakan software ini. Karena penggunaannya yang masih sangat amat sangat rumit. Ya, jadi publikasi software ini juga masih jarang.
Dengan adanya software ini sekarang arsitek dan struktur memiliki kesempatan untuk hidup berdampingan. Tapi, tetep aja yang namanya arsitek harus dipelajari dalam kotak-kotak tersendiri. Jangan dicampur-campur. Sekian yang bisa aku sampein. Makasih atas partisipasinya.

Kesimpulan
Meskipun bangunan ini hanya menggunakan 10 beton cones sebagai struktur penyangganya. Tetapi, dengan bantuan tekhnologi saat ini yang semakin berkembang. Maka bangunan ini dapat dibangun meskipun bangunan ini sangat sedikit menggunakan dinding sebagai bantuan penopang struktur.

10 komentar:

Anonim mengatakan...

Zaha Hadid emang keren, tapi menurut beberapa temen-temen, karya-karyanya sekarang lebih jualan, idealisnya dikurangin banget

Anonim mengatakan...

Saya setuju arsitek dan struktur (mungkin maksud km sipil engineeringnya) harus berdampingan (hidup dalam dunia arsitektur). Tapi apakah itu berarti 2 orang? Sebenaernya bisa ga sih orang yang menguasai struktur dengan kuat disebut juga dengan arsitek, padahal penguasaann estetikanya kurang????

Hanya mengandalkan pada program komputer?

gana ganesha mengatakan...

waooow...
sekarang program komputer mulai mengambil alih dunia arsitektur...
oh... bapakku gimana nih..
dia g bisa pake komputer e
uwaaah...
apa mungkin, seorang ahli komputer, dengan software ini bisa bikin karya sebagus seorang arsitek...
hmmm.....
hm..

linaichsan mengatakan...

nanggepin anggita sj si..
mereka (engineer dan architect) harus dipisah. menurut tulisan hanif kara tsb, mererka memang beda tp mereka harus terpelajar di bidang satunya.
okelah arsitek belajar struktur. tp memangnya enggineer bljr estetika arsitektur y?
(nah loh gue bingung)
(garuk2 kepala)

Abi Subani mengatakan...

"Penggabungan antara konsep dari seni dan struktur yang sering diperdebatkan nggak bisa akur ini..."

ternyata banyak yang memperdebatkan?
Padahal kalau dipadukan bisa lahir buah karya yang hebat kayak Phaeno Science Center ini

tie tie mengatakan...

kolaborasi yang bgus e..
stuju bgd kalo seni arsitektur bakal lebih mantep kalo didukun ma 3D visualisation untuk presentasinya...

good..good..

M. Mukti Deviansyah mengatakan...

wahhhh.... ternyata klo bisa menggabungkan bentuk bangunan yang kompleks dengan strukturnya akan menciptakan bangunan yang luar biasa y..........

nadia mengatakan...

sistem ngejelasinnya pake caranya guide tour itu unik ya ntan. tapi sayangnya ga dijelasin lebih jauh maksudnya apa. trus agak ga lengkap juga, penjelasannya dikit doang. daripada guide tor gedung pameran yang dijadiin studi kasus, mending jadi guru les komputer yanglagi memperkenalkan software itu sama anak-anaknya, dan nama gedungna dijadiin contoh aja.

Asa Citra mengatakan...

wah, kamu pake video juga ya??
sama dong...
tapi aku pake video interiornya..
kamu yg eksterior ya??

zeenaver mengatakan...

uhm maaf baru bales sekarang... yang namanya engineer ya engineer. Arsitek ya arsitek. Nggak bisa digabung-gabung. Itu kalo di dunia internasional sekarang. Arsitek itu sebatas cukup tau batsan-batasan dalam struktur. Kalo kekuatannya. Dia nggak perlu tau. Bukannya nggak boleh. Tapi kalo dia ngerti kecenderungannya arsitek itu bakal kehilangan rasa dalam estetikanya...

makasih bwat nadia atas sarannya. Uhm sebenernya bangunan ini cukup terbuka(sedikit terdapat dinding) yang jadi arahan utama dalam bangunan ini hanya 10 beton cones yang jadi penyangganya. Terus kayak ada jalan yang menggabungkan bangunan ini sama bangunan di belakangnya.
Ya memang belum lengkap banget. Tapi saya sendiri bingung ngejelasinnya gimana. Bangunannya tuh agak rumit kalo dijelasin secara geometri maupun struktur. Yo wis tak kasih videonya wae... hehehehe... tapi. Terima kasih bwat sarannya.

Posting Komentar